Sifat-sifat Penghuni Neraka
03 Maret 2010Penulis : Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc
Anda dokter bagi diri anda sendiri
11 Februari 2010
Pembagian Obat Penyakit Hati : Alamiyah dan Syar’iyah
26 Januari 2010
Tafsir Bismillah
21 Januari 2010Firman Allah
Bismillahirrahmaanirrahiim
“Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Jar majrur (bi ismi) di awal ayat berkaitan dengan kata kerja yang tersembunyi setelahnya sesuai dengan jenis aktifitas yang sedang dikerjakan. Misalnya anda membaca basmalah ketika hendak makan, maka takdir kalimatnya adalah : “Dengan menyebut nama Allah aku makan”.
Jimat dan Jampi-jampi
12 Januari 2010
Jimat-jimat dikenal dengan istilah tamimah, mantra dan jampi-jampi dikenal dengan ruqyah, pelet atau pengasihan dikenal dengan tiwalah. Tentu saja jika kita bicara istilah maka akan ada saja perbedaan sebutan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun hakikatnya semuanya sama, baik itu dinamai jimat, hizb, rajah, pelet, pengasihan, pelarisan, atau apa saja.
Akhlak
24 Desember 2009Allah befirman kepada Nabi-Nya,
Bahaya Ponsel di Tangan Anak
16 Desember 2009
Sekarang handphone (HP) atau telepon genggam atau telepon seluler (ponsel), benar-benar berada dalam genggaman siapa saja. Tak hanya kalangan pebisnis kelas tinggi, pedagang kaki lima pun berponsel. Tak cuma yang berpenampilan necis dan perlente, yang berkoteka di pedalaman pun kini bisa akrab dengan handphone. Yang lebih parah lagi, anak-anak pun sekarang diasuh oleh ponsel. Padahal nyata-nyata banyak akibat negatif yang ditimbulkannya.
Agar Anak Tidak Menjadi Teroris
14 Desember 2009
Hati Yang Mati
11 Desember 2009Hati Yang Sakit
11 Desember 2009
Tipe hati yang ketiga adalah hati yang hidup tetapi cacat. Ia memiliki dua materi yang saling tarik-menarik. Ketika ia memenangkan per-tarungan itu maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keiman-an, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalamnya juga terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan berkuasa dan membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghan-curkan dan membinasakannya. Ia diuji oleh dua penyeru: Yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pintu dan letaknya dengan dirinya.
Hati Yang Sehat
11 Desember 2009
Pengertian Bid’ah dan macam-macamnya
10 Desember 2009
Qalbu yang Selalu Mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala
09 Desember 2009
Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit
09 Desember 2009
Hikmah Turunnya Hujan
05 Desember 2009
Pembatal-pembatal Keislaman
03 Desember 2009
Allah juga telah mengingatkan hamba-Nya, bahwa barangsiapa yang mengikuti seruan para Rasul itu, maka dia telah mendapatkan hidayah; dan siapa yang berpaling dari seruannya, maka ia telah tersesat. Di dalam Kitabullah, ia mengingatkan manusia tentang perkara-perkara yang menjadi sebab “riddah” (murtad dari Dinul Islam) dan perkara-perkara yang termasuk kemusyrikan dan kekafiran. Beberapa ulama rahimahullah selanjutnya menyebutkan peringatan-peringatan Allah itu dalam kitab-kitab mereka.
Tertipu Oleh Dunia
29 November 2009
Tujuh Keajaiban Dunia (Versi Islam)
28 November 2009
Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:
Keluarnya Ya’juj Ma’juj
26 November 2009
Penulis: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin
Ya`juj dan Ma`juj, bangsa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat memang sudah ada sekarang di sebuah wilayah yang dipagari oleh sebuah “benteng”. Namun benarkah mereka telah berhasil menembus dinding besi dan tembaga yang mengisolir mereka selama ini kemudian mewujud dalam bangsa yang mendiami wilayah Rusia dan negara-negara pecahan Soviet di Asia Tengah dan sebagian Eropa? Dan benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)? Asyrathus Sa’ah (أَشْرَاطُ السَّاعَةِ) mengandung pengertian asy-syarthu (الشَّرْطُ) yang bermakna tanda (al-‘alamah). Bentuk jamaknya asyrath (أَشْرَاطٌ). Tanda sesuatu adalah permulaannya. Misal, seorang komandan, berarti dia adalah orang yang di depan memimpin pasukan (bawahannya). Sedangkan kata as-sa’ah (السَّاعَةُ) secara bahasa memiliki makna satu bagian dari bagian-bagian malam dan siang. Bentuk jamaknya sa’at (سَاعَاتٌ) dan sa’a (سَاعَ). As-Sa’ah menurut istilah syar’i yaitu waktu terjadinya kiamat.
Turunnya Nabi Isa alaihissalam menjelang dekatnya hari kiamat
26 November 2009
Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc
Orang yang beriman niscaya meyakini bahwa setiap peristiwa diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan suatu hikmah. Tak terkecuali turunnya nabi Isa ‘alaihissalam ke muka bumi pada akhir zaman nanti. Meski tentunya, dengan keterbatasan sebagai manusia, kita hanya bisa mengungkap sebagian saja hikmah di balik peristiwa tersebut.
Peristiwa besar turunnya Isa ke bumi memiliki hikmah yang amat besar.
Munculnya Imam Mahdi di Akhir Zaman
25 November 2009
Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.
Syariat sejatinya telah gamblang menjelaskan definisi dan menyuguhkan gambaran akan sosok Al-Imam Al-Mahdi. Namun bersemainya penyimpangan tak pelak menjadikan gambaran Al-Imam Al-Mahdi itu menjadi kabur.
Beriman akan Munculnya Al-Imam Al-Mahdi
Telah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mengimani segala yang diberitakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana ini menjadi konsekuensi persaksian kita: “Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Keluarnya Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat
24 November 2009
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Setelah Imam Mahdi, satu penanda besar hari kiamat yang akan muncul adalah Dajjal. Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculannya akan didahului dengan sejumlah peristiwa besar.
Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yang akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari bertanya.” (HR. Muslim no. 1)
Meskipun tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yang akan muncul sebelum terjadinya. Tanda-tanda hari kiamat ada dua, shugra dan kubra.
Tanda kiamat shugra banyak jumlahnya, Di antaranya yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Jibril:
“(Jibril) berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuannya, dan kamu lihat orang yang telanjang kaki dan telanjang badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.” (HR. Muslim no. 1)
Adapun tanda kiamat kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu anhu:
Kegelapan dalam hati
22 November 2009
Kegelapan iru benar-benar sangat nyata ada didalam hatinya, seperti melihat dan merasakan gelapnya malam. Hal ini karena ketaatan adalah cahaya sementara maksiat adalah kegelapan. Semakin kuat kegelapan dalam hati, maka semakin bingung seseorang. Akibatnya ia terjatuh dalam perkara bid’ah,kesesatan, dan hal-hal yang menghancurkan tanpa ia sadari.
(Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-syafi, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)
Maksiat melemahkan kekuatan hati
21 November 2009
Maksiat jelas-jelas melemahkan hati. Sementara kelemahan fisik hanyalah efek dari lemahnya hati. Artinya semakin kuat hatinya semakin kuat pula fisiknya. Sementara orang fajir (ahli maksiat) meski fisiknya kuat tapi ketika dibutuhkan dan kondisinya terdesak, kekuatan fisik mereka tidak lagi berdaya. Renungkan, bagaimana kekuatan fisik kaum Romwi dan Persi yang mengkhianati mereka tatkala mereka membutuhkannya. Sehingga dengan mudah orang-orang beriman menaklukan fisik dan hati mereka.
Doa sebagai senjata orang mukmin
20 November 2009
Doa-doa dan lafal-lafal bagaikan senjata untuk melindungi diri. Senjata akan memiliki arti bukan karena tajamnya saja, akan tetapi juga karena orang yang menggunakannya. Jika sebuah senjata memiliki kesempurnaan, tak ada cacat sedikitpun, tangan penggunannya kuat memainkannya dan tak ada faktor penghalang dari luar, otomatis senjata tersebut akan mampu membunuh musuh. Namun jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka senjata itu tidak akan memiliki pengaruh yang diinginkan.
